Tanaman seledri atau Apium graveolens L. Dulce merupakan tanaman dari Famili Umberlliferae (Apiaceae). Seledri termasuk tanaman hortikultura yang biasanya dimanfaatkan sebagai pelengkap sajian makanan, bumbu, peyedap, dan lain sebagainya. Biasanya tanaman ini tumbuh baik pada wilayah dengan kisaran suhu 16-21 derajat asperti dataran tinggi ciwidey, lembang, dan dataran tinggi lainnya di indonesia. Sistem perakaran tanaman seledri menyebar dan berongga dengan banyak akar adventif disekitar permukaan tanah, sehingga akar-akar dapat terlihat (Halfacre dan Barden 1979).

BUDIDAYA TANAMAN

  1. Persemaian

Tanaman seledri disemai pada lahan persemaian. Bibit seledri yang sudah tumbuh atau berumur 1 bulan dapat diaplikasikan pupuk acele untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan bibit. Dosis yang digunakan yaitu 10 ml per 1 liter air dengan pengaplikasian secara penyemprotan. Setelah bibit berumur 2 bulan dapat dipindahkan dengan ke lahan yang sudah diolah.

  1. Pengolahan lahan

Lahan penanaman seledri digemburkan terlebih dahulu. Jarak tanam dapat dibuat 25 x 30 cm; 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm (tergantung varietas) dan dapat dilakukan pemadatan tanah disekitar tanaman.

  1. Pemupukan

Pupuk dasar diaplikasikan 7 hari sebelum tanam, yaitu pupuk kotoran ayam dengan dosis 10.000 kg/ha yang sudah terfermentasi dengan baik, diaduk dengan tanah permukaan bedengan.

Setelah tanaman berumur 2 minggu aplikasikan pupuk N 250 kg, P 65 kg dan K 200 kg/ha dengan larikan di barisan tanaman.

Pupuk susulan berikutnya dapat diaplikasikan pupuk ACELE 500 ml dalam 100 liter air dengan disemprotkan pada umur tanaman 3 minggu dengan interval 2 minggu sekali. untuk mempercepat pertumbuhan tanaman dapat dilakukan pengaplikasian pupuk NPK pada umur tanam 75 hari dengan dosis 2 kg/100 liter air.

  1. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama dan penyakit yang menyerang dan menginfeksi pertanaman dapat dilakukan secara mekanis atau pemungutan dengan tangan sembari monitoring kebun. Jika diperlukan dapat dilakukan pengendalian dengan pestisida organik yang lebih ramah lingkungan.